Kota Tasikmalaya, yang dikenal sebagai “Kota Santri” di Jawa Barat, tidak hanya terkenal dengan kerajinan tangan dan pendidikan agamanya, tetapi juga menjadi saksi perjalanan inspiratif seorang pengusaha wanita muda bernama Eka Sundari. Melalui brand Hijab Eka, Eka telah mengubah tantangan menjadi peluang, dan membuktikan bahwa ketekunan serta inovasi dapat membawa kesuksesan di kancah bisnis hijab tanah air.
Kisah sukses Eka Sundari bermula dari pengamatannya terhadap kebutuhan akan hijab yang nyaman namun tetap modis di lingkungan sekitarnya. Saat itu, di tahun 2015, Eka yang baru lulus dari sebuah perguruan tinggi di Tasikmalaya merasa prihatin karena banyak temannya kesulitan menemukan hijab lokal berkualitas dengan harga terjangkau.
Berbekal tabungan seadanya dan kemampuan desain sederhana, Eka memulai bisnis rumahan dengan menjual hijab hasil kreasi sendiri melalui media sosial seperti Instagram dan WhatsApp. Awalnya, pelanggan Eka hanya teman kampus dan tetangga sekitar, namun perlahan-lahan, produknya mulai dikenal melalui testimoni positif dan kualitas jahitan yang rapi.
Nama “Hijab Eka” pun lahir dari keinginan Eka untuk membangun identitas merek yang mudah diingat, mencerminkan produk yang sederhana namun elegan. Tidak disangka, respons pasar lokal sangat positif. Banyak pelanggan yang mengapresiasi pilihan motif, kenyamanan bahan, dan harga yang ramah di kantong.
Layaknya pebisnis pemula, Eka Sundari juga menghadapi beragam tantangan di awal perjalanan. Modal yang terbatas membuatnya harus turun langsung mulai dari mendesain, menjahit, hingga memasarkan produk. Terkadang, Eka harus berhadapan dengan keraguan atas kemampuannya sendiri, bahkan sempat diremehkan oleh beberapa pihak yang menganggap bisnis hijab adalah usaha musiman.
Tidak jarang, pesanan yang membludak menjelang hari-hari besar keagamaan menuntut Eka untuk bekerja lembur semalaman. Namun Eka meyakini, kegigihan akan terbayar jika ia tetap menjaga kualitas produk dan berkomunikasi baik dengan pelanggan.
Seiring berjalannya waktu, Eka menyadari pentingnya inovasi dan penggunaan teknologi dalam bisnis. Ia mulai memanfaatkan platform marketplace dan e-commerce untuk menjangkau pasar yang lebih luas, tidak hanya di Tasikmalaya, tetapi juga ke seluruh Indonesia.
Berkat strategi tersebut, omzet Hijab Eka bertumbuh pesat. Dari yang semula hanya ratusan ribu rupiah per bulan, kini Eka dapat membukukan transaksi hingga ratusan juta rupiah per tahun dan mempekerjakan belasan karyawan tetap maupun paruh waktu.
Keberhasilan Eka Sundari tidak lepas dari dukungan penuh keluarganya, yang selalu menjadi motivasi utama ia dalam mengembangkan bisnis. Selain itu, Eka juga aktif dalam komunitas UMKM Tasikmalaya, berbagi pengalaman dan belajar dari pengusaha-pengusaha muda lainnya.
Tidak sedikit kendala yang ia hadapi, seperti tahun 2020 saat pandemi COVID-19 menyebabkan penurunan daya beli masyarakat. Eka pun berinovasi dengan menawarkan produk masker kain serasi dengan motif hijab, sehingga tetap relevan di masa sulit.
Hijab Eka tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata. Eka mendirikan program pelatihan jahit gratis untuk ibu-ibu rumah tangga yang ingin memiliki keterampilan tambahan. Lebih dari 50 peserta kini telah mandiri, dan sebagian bergabung sebagai mitra produksi Hijab Eka.
Eka sering diundang untuk menjadi narasumber seminar kewirausahaan dan berbagi kisahnya di berbagai sekolah serta komunitas perempuan di Tasikmalaya dan sekitarnya. Melalui ceritanya, Eka mengajak generasi muda untuk berani berinovasi, memanfaatkan teknologi, dan tidak mudah menyerah pada rintangan.
Melihat antusiasme dan pertumbuhan bisnisnya, Eka Sutandi bercita-cita membawa Hijab Eka ke kancah internasional. Ia mulai menjajaki kerja sama dengan buyer dari Malaysia dan Brunei Darussalam, dua negara yang memiliki pasar busana muslim cukup besar.
Dengan mengedepankan nilai lokal, mutu produk, serta inovasi desain, Eka yakin Hijab Eka akan menjadi salah satu brand hijab kebanggaan Indonesia yang dikenal dunia.
Kisah Eka Sundari dan Hijab Eka merupakan bukti bahwa setiap orang bisa sukses asalkan memiliki komitmen, inovasi, dan semangat pantang menyerah. Berangkat dari usaha rumahan kecil di Tasikmalaya, Eka mampu menembus pasar nasional dan mulai melebarkan sayap ke pasar internasional.
Eka Sundari juga membuktikan bahwa bisnis hijab bukan hanya soal menjual produk, tetapi juga memberdayakan lingkungan dan menciptakan perubahan positif bagi masyarakat. Perjalanan Eka Sundari akan terus menjadi inspirasi, terutama untuk perempuan muda di Indonesia, bahwa impian besar bisa dicapai jika dijalani dengan tekad, doa, dan kerja keras.