Nani Suryani lahir dan tumbuh di Tasikmalaya, Jawa Barat. Kota ini dikenal sebagai salah satu sentra kerajinan di Tatar Sunda, termasuk produksi kain dan batik. Berbekal tekad dan keterampilan, Nani memulai usahanya dari rumah, menjual hijab sederhana kepada tetangga dan lingkungan sekitar. Modal awal yang terbatas tidak menghalangi semangatnya untuk terus berkembang.
Semangat kewirausahaan memang sudah mengalir dalam diri Nani sejak remaja. Ia kerap membantu orang tua berjualan di pasar tradisional. Pengalaman itu menjadi bekal penting baginya saat memutuskan untuk membangun sebuah merek hijab bernama Hijab Nani. Nama ini didedikasikan untuk keluarganya, sekaligus sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal Tasikmalaya.
Tantangan terbesar di awal perjalanan adalah persaingan pasar yang ketat. Tasikmalaya memiliki banyak pelaku usaha hijab dan busana Muslim. Nani pun harus mencari keunikan agar produknya tak sekadar beredar, namun benar-benar diminati.
Ia mulai bereksperimen dengan motif, bahan, serta teknik pewarnaan yang menggabungkan batik khas Tasik dengan desain modern. Pilihan bahan premium serta motif yang eksklusif perlahan-lahan mulai menarik perhatian konsumen, terutama dari kalangan muda dan ibu-ibu pengajian setempat.
Tidak hanya itu, Nani juga berani mengambil langkah memasarkan produknya secara online melalui media sosial dan marketplace. Dengan foto produk yang menarik dan pelayanan yang cepat, Hijab Nani mulai dikenal lebih luas, bahkan hingga luar Tasikmalaya.
Kesuksesan Nani Suryani dalam mengembangkan Hijab Nani tidak terjadi secara instan. Ada beberapa prinsip yang selalu dipegangnya:
Salah satu aspek yang membuat Nani Suryani semakin dikenal di Tasikmalaya adalah komitmennya memberdayakan perempuan lokal. Sebagian besar penjahit, penyulam, dan pekerja di Hijab Nani adalah ibu-ibu rumah tangga yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan tetap.
Melalui pelatihan sederhana, Nani mengajak mereka bekerja di bengkel kreatif miliknya. Tak hanya memberi pendapatan, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan kebanggaan akan produk lokal. Kini, lebih dari 20 perempuan Tasikmalaya menjadi bagian dari Hijab Nani, turut menikmati manfaat ekonomi dan sosial.
Seiring perkembangan, Hijab Nani semakin mendapat tempat di hati pelanggan. Banyak pesanan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, bahkan Medan. Produk-produk Hijab Nani dipasarkan dengan harga terjangkau namun tetap mengutamakan kualitas.
Setiap tahun, Nani rutin mengikuti bazar dan pameran UMKM di Jawa Barat maupun skala nasional. Melalui kesempatan itu, ia kerap menjalin kerjasama dengan toko-toko busana muslim, distributor, dan influencer yang turut mempromosikan produknya.
Tahun 2022 menjadi salah satu tonggak penting, karena Hijab Nani berhasil menembus pasar luar negeri melalui ekspor kecil-kecilan ke Malaysia dan Brunei Darussalam. Ini menjadi bukti bahwa produk lokal dari Tasikmalaya mampu bersaing di pasar internasional.
Kisah sukses Nani Suryani telah banyak menginspirasi generasi muda, terutama di Tasikmalaya dan sekitarnya. Ia sering diundang sebagai pembicara dalam seminar kewirausahaan, pelatihan UMKM, dan pelatihan digital marketing untuk membantu pelaku usaha baru.
Bagi Nani, membangun bisnis bukan semata-mata mencari keuntungan, tetapi juga harus memberi manfaat bagi orang lain. Ia percaya bahwa kunci sukses adalah kerja keras, jujur, dan berani mengambil peluang, apalagi di era digital seperti sekarang.
Melalui akun Instagram-nya, Nani Suryani kerap membagikan tips berjualan online, motivasi wirausaha, hingga cerita sehari-hari tentang perjuangan dan proses kreativitas. Konsistensinya dalam membangun merek dari nol telah menjadi teladan bagi banyak orang.
Saat ini, Hijab Nani tidak hanya menjadi bisnis keluarga, tetapi juga bagian dari identitas Tasikmalaya. Produk-produk hijab ini telah diapresiasi oleh pemerintah daerah sebagai salah satu UMKM unggulan. Nani Suryani berperan aktif dalam forum UMKM Tasikmalaya, berbagi pengalaman dan merangkul pelaku usaha lain untuk saling mendukung.
Selain jualan hijab, Nani juga membangun program sosial dengan mendonasikan sebagian keuntungan dari penjualan kepada anak yatim dan ibu-ibu prasejahtera di wilayahnya. Ia percaya kesuksesan harus dibagikan agar dapat membawa kebaikan yang lebih besar.
Produk Hijab Nani kini sudah tersedia dalam berbagai motif—dari motif batik klasik, motif bunga, sampai motif abstrak modern, yang semuanya merupakan hasil karya lokal. Setiap desain diproduksi terbatas, agar pelanggan merasa eksklusif saat mengenakannya.
Dalam beberapa tahun ke depan, Nani Suryani memiliki mimpi untuk membuka workshop besar di Tasikmalaya. Ia ingin mendidik lebih banyak perempuan agar mahir membuat hijab, sekaligus mengembangkan desain yang lebih bervariasi. Tidak hanya itu, Nani juga ingin mendirikan toko offline sebagai showroom produk-produk Hijab Nani agar pelanggan dapat melihat dan memilih langsung koleksi terbaiknya.
Nani berambisi agar produk hijab asli Tasikmalaya semakin dikenal bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di luar negeri. Ia percaya bahwa jika pelaku UMKM lokal terus berinovasi dan beradaptasi dengan teknologi, peluang pasar akan semakin luas.
Kisah sukses Nani Suryani dan Hijab Nani di Tasikmalaya adalah bukti nyata bahwa keberanian, kreativitas, dan komitmen kualitas akan membawa hasil luar biasa. Dari modal kecil, ketekunan, dan semangat membangun, Nani berhasil mengangkat produk lokal menjadi kebanggaan daerah serta inspirasi bagi banyak orang.
Hijab Nani bukan hanya sekadar merek busana Muslim, tetapi juga cerita perjuangan, pemberdayaan, dan kepedulian terhadap sesama. Kisah Nani Suryani akan terus hidup sebagai pendorong motivasi bagi siapapun yang ingin memulai perjalanan bisnis dari nol.